INDEKS MEDIA

Berita Hari Ini Di Indonesia & Internasional

Sinopsis Film Yuni, Kisah Perempuan yang Berjuang dari Gunjingan Lantaran Tolak Lamaran

Sampul Film Yuni (hotstar)

INDEKSMEDIA.ID – Jika kalian ingin menonton Film bertemakan Perempuan, kami rekomendasikan Film Yuni.

Film Yuni ini bercerita tentang seorang Perempuan tamatan SMA yang ingin melanjutkan cita-citanya.

Namun, banyak kendala yang dihadapi Yuni. Dalam Film ini mengambarkan Perempuan harus berhadapan dengan isu sosial yang sudah banyak dialami kaum hawa.

Untuk mengobati rasa penasaran kalian, simak sinopsis Film Yuni.

Sinopsis

Seorang gadis tengah bersiap-siap di kamarnya. Ia memakai pakaian dalam hingga seragam sekolahnya dengan rapi. Mengendarai sepeda motor matik berwarna ungu, Yuni (Arawinda Kirana) sampai di sekolah dalam keadaan basah kuyup.

Hari itu sedang ada kunjungan dari Wakil Bupati Banten, wanita itu mengutarakan akan melakukan tes keperawanan pada para siswi demi keamanan mereka.

Yuni tidak ambil pusing soal isu ini, gadis ini malah disibukkan dengan permintaan Bu Lies (Marissa Anita) untuk mengembalikan ikat rambut ungu yang diambilnya.

Belum lagi anak-anak band mengatakan bahwa sekolah akan melarang setiap kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Makin runyam lah isi pikiran Yuni, bagaimana bisa kegiatan menyanyi dilarang dan dianggap membuka aurat?

Yuni sendiri adalah murid yang berprestasi di sekolah. Tapi, menjelang kelulusannya ia masih belum tahu akan melakukan apa di masa depan. Tawaran beasiswa kuliah ada di hadapannya, dan Ayahnya sangat menginginkan Yuni untuk kuliah.

Tapi Yuni masih bingung, mau ambil jurusan fisika atau musik. Yang penting baginya adalah tidak mau berakhir jadi guru PAUD atau bekerja di pabrik.

Tapi melihat kehidupan teman-temannya yang berpacaran, hamil, menikah lalu sibuk mengurus anak tanpa suami, jelas hal ini juga bukan hal yang diinginkannya.

Sayangnya, lingkungan Yuni mengatakan bahwa “anak gadis tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena nantinya pasti balik ke dapur”. Hal ini menjadi beban pikiran tersendiri baginya. Sejak saat itu Yuni mulai mencari apa yang diinginkannya.

Suatu hari sepulang sekolah, Yuni dikagetkan dengan rombongan tamu yang datang ke rumahnya. Ternyata itu adalah rombongan yang ingin melamar Yuni, tapi Yuni menolaknya.

Pasalnya, ia tidak mengenal pria yang melamarnya dan hanya pernah bertemu satu kali. Berita ini langsung tersebar luas, dan Yuni dikatakan sebagai anak muda pembangkang serta banyak mau.

Yuni kesal dan marah, tapi ia tidak bisa melakukan apapun selain dengan mencari pelampiasan. Tapi tak lama setelah itu lamaran kedua datang. Yuni dilamar oleh paman temannya untuk jadi istri kedua.

Pria itu memberikan uang panjer 25 juta dan akan menambah uang lagi jika Yuni masih perawan. Untuk yang kedua kalinya Yuni menolak lamaran ini, hingga sebuah mitos kini ditempelkan padanya.

Perempuan yang menolak lamaran lebih dari dua kali, maka perempuan itu akan dijauhkan dari jodohnya. Tertekan dengan hal ini, Yuni mulai mendapatkan kenyamanan dari sosok Yoga (Kevin Ardilova), sosok pria manis yang sangat pemalu.

Namun hidup memang penuh misteri, karena tiba-tiba saja Pak Damar (Dimas Aditya) – guru sastra favoritnya – datang melamar Yuni. Apakah Yuni akan menerima lamaran ini?